Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

Penyelundupan 26 Kg Kuda Laut Kering dari Yogya Tujuan Bangkok Digagalkan – Otoritas Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta menggagalkan usaha penyelundupan beberapa ribu ekor kuda laut kering. Kuda laut seberat 26 kilo-gram itu dibawa oleh seseorang penumpang maksud Bangkok.

” Dalam hari ini ditemui seseorang penumpang membawa barang bawaan berwujud kardus yg menyangsikan di Terminal B keberangkatan Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, ” kata General Manager Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama dalam keterangannya, Rabu (27/3/2019) .

Pandu menyampaikan, menurut rangkaian peristiwa, pada waktu 10. 15 WIB, petugas Airport Security mencurigai barang bawaan penumpang berwujud kardus mempunyai ukuran besar. Petugas lekas mengerjakan penyelarasan dengan petugas CCTV buat mengerjakan monitor pada penumpang yg membawa kardus cokelat besar kemudian dilakukan tindakan lewat penyelarasan dengan petugas operator X-Ray agar dapat dilaksanakan pengecekan lewat mesin X-Ray HBS.

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

” Berdasar hasil penilaian lewat mesin X-Ray, sama dengan proses lantas dilaksanakan pengecekan pada kardus cokelat besar bawaan dengan cara manual yg nyata-nyatanya terdapat kuda laut kering tiada ditambahkan surat sah dari Kantor Karantina Ikan, ” katanya.

Mengenai penumpang berinisial LB (38) , asal Yogyakarta, adalah penumpang Air Asia AK347 dengan rute Yogyakarta-Kuala Lumpur-Bangkok Don Meang.

” Membawa sejumlah 7. 040 ekor kuda laut kering yg terdiri dalam dua kardus besar berwarna cokelat dengan semasing berat kardus 14 kg serta 12 kg, ” papar Pandu.

Pandu menyambung, penemuan ini udah dilaksanakan pengecekan sesuai sama proses oleh petugas Airport Security serta dikoordinasikan dengan petugas Karantina.

” Oleh pihak Karantina udah dikatakan kalau hasil bawaan itu tak diizinkan buat diangkut lantaran tidak pas dengan peraturan perundangan UU Nomer 16 Tahun 1992 terkait Karantina Hewan, Ikan serta Tumbuhan. Ini juga adalah bentuk tindak lanjut dari penandatanganan LoCA, 19 Maret 2019 waktu lampau perihal pengecekan jalan raya ikan di Bandara Internasional Adisutjipto, ” jelas Pandu.

” Penyelarasan berbarengan yg udah kami lakukan terus akan ditambah buat memantau dengan baik gerakan tiap-tiap penumpang serta barang lewat bandara. Dikehendaki ini berubah menjadi langkah yg baik kedepannya buat menanggulangi, menghindar sampai bisa kurangi perbuatan yg tidak pas dengan peraturan yg laku yg tentulah bisa merugikan negara bahkan juga mengintimidasi keamanan penerbangan terutama di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, ” katanya.

Penumpang serta barang untuk bukti saat ini diserahkan ke Balai Karantina Ikan serta Pengendalian Kwalitas (BKIPM) Yogyakarta buat proses seterusnya.