Penumpang Pesawat dari Malaysia ke Surabaya Kedapatan Bawa 2,6 Kg Sabu

Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

Penumpang Pesawat dari Malaysia ke Surabaya Kedapatan Bawa 2,6 Kg Sabu – Seseorang penumpang pesawat Air Asia QZ 321 ditangkap aparat pengamanan Bandara Internasional Juanda Surabaya. Penumpang itu ditangkap berkat membawa sabu.

Penumpang itu didapati bernama Osmanhas (47) . Dia adalah penduduk Dusun Lon Kebun, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura.

Dia terbang dari Kuala Lumpur, Malaysia ke Surabaya dengan membawa sabu seberat 2, 6 kg. Penangkapan dilaksanakan oleh team paduan. Dimulai dari KPPBC Model Madya Pabean Juanda, Kanwil DJBC Ja-tim II, BPIB Surabaya, BNNP Ja-tim, Imigrasi serta Pengamanan Lanudal Juanda Surabaya di Sidoarjo.

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Osmanhas datang di Juanda Surabaya pada Senin (25/3) lebih kurang waktu 11. 00 WIB. Dia membawa dua kardus yg berisi vacuum cleaner. Kala dikontrol memanfaatkan X-Ray, petugas Customs Narcotics Kubu menemukannya bungkusan putih dalam dua kardus itu.

” Sehabis dilaksanakan pengecekan dengan cara terperinci lewat laboratorium benda itu adalah methamphetamine atau sabu, ” kata Kepala Bea serta Cukai Bandara Juanda Budi Harjanto, Rabu (27/3/2019) .

Menurut Budi, modus yg dilaksanakan pemeran sesuai sama yg kerap dilaksanakan kurir narkoba umumnya. ” Pemeran adalah kurir, menurut pengakuannya sabu bakal dibawa ke lokasi Madura. Sehabis sukses berkirim pemeran bakal dapatkan imbalan sebesar Rp 1, 5 juta, ” kata Budi.

Seterusnya Budi menyampaikan, pihaknya diramalkan udah selamatkan sejumlah 5. 250 generasi muda. Dengan analisis perhitungan 1 gr sabu dikonsumsi dua orang.

” Pemeran bakal dijaring dengan Clausal 113 ayat (1) serta (2) UU RI No 35 terkait Narkotika dengan ultimatum 20 tahun penjara, atau hukuman seumur hidup, ” katanya.