Home / Berita Umum / Penanganan Pencari Suaka Di RI Di Bahas Kemlu-UNHCR

Penanganan Pencari Suaka Di RI Di Bahas Kemlu-UNHCR

Penanganan Pencari Suaka Di RI Di Bahas Kemlu-UNHCR – Sejumlah 14. 000 pelacak suaka berada di Indonesia, termasuk juga mereka yg tinggal di trotoar Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) serta Komisioner Tinggi PBB buat Pengungsi (UNHCR) terus bekerjasama mengatasi keadaan ini.

” Kita terus berkomunikasi dengan UNHCR coba lihat dari sudut pandang mereka, rintangan yg mereka menantang dengan konsisten melihat nilai-nilai HAM, ” kata Plt jubir Kemlu, Faizasyah.

Pertemuan di antara Kemlu dengan UNHCR dihelat di Kompleks Kemlu, Jl Pejambon, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2019) . Dalam pertemuan ini, faksi UNHCR diwakilkan, Thomas Vargas.

Lihat keadaan banyak pengungsi, Kemlu serta UNHCR sekurang-kurangnya punyai dua pilihan jadi jalan keluar perlakuan. Pertama merupakan repatriasi atau kembalikan ke negara asal. Ke-2, adalah peletakan kembali (resettlement) .

” Ada dua soal terpenting buat jalan keluar tentang pengungsi, apa merepatriasinya, kembali pada asal atau ke-2, resettlement, ” kata Direktur Hak Asasi Manusia Kemlu, Achsanul Habib, di tempat yg sama.

Tapi supaya bisa mewujudkan kedua-duanya diperlukan beberapa pra-syarat. Semisalnya repatriasi cuma dapat dikerjakan dengan sukarela, aman serta diperlakukan lewat cara manusiawi kala kembali pada tanah air.

Ke-2, peletakan kembali pada negara arah pelacak suaka. Dalam proses ini harus ada penerimaan dari negara arah. Tapi, ini berubah menjadi problem sebab waktu ini tanggung jawab buat terima pengungsi di beberapa negara maju kian mengalami penurunan.

” Sebagai masalah saat ini menyusutnya tanggung jawab serta permodalan, baik dari beberapa negara atau dari badan-badan internasional seperti UNHRC, IOM (Organisasi Internasional buat Migrasi) , ” sambungnya.

Keadaan ini, bikin banyak pelacak suaka memojokkan keputusan UNHCR mengatasi mereka. Satu diantaranya yg dikerjakan adalah demo di muka kantor UNHCR di Jl Kebon Sirih, Jakpus.

” Ini yg bikin mereka yg tengah transit berubah menjadi frustrasi. Lalu mereka melaksanakan katakanlah ‘demonstrasi’ atau minta perhatian UNHCR buat dikasih akses, buat dipercepat penyelesaian tentang desas-desus pengungsian, ” ujar Habib.

Habib menjelaskan jumlahnya pengungsi di Kebon Sirih juga beralih-alih setiap harinya. Ia menjelaskan banyak pelacak suaka miliki tempat pengungsian.

” Namun mereka berdasar info, mereka berada di community housing. Maka dari itu, banyaknya setiap hari dapat berganti. Pertama-tama identifikasi kita dari info yg kita bisa banyaknya 106 (orang) , di weekend banyaknya menyusut berubah menjadi 45 (orang) . Tempo hari jadi 136 (orang) . Mungkin ini hari berganti , ” paparnya.

About penulis77