Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

Pemuda Asal Kupang Perkosa Teman Pacar, Korban Alami Trauma – Pemuda asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) , Brandy Andrian Da Silva (24) divonis 9 tahun penjara. Brandy dikatakan bisa dibuktikan bersalah memperkosa kawan pacarnya.

” Mengadili menjelaskan terdakwa Brandy Andrian Da Silva bisa dibuktikan dengan cara resmi serta menekankan mengerjakan tindak pidana pemerkosaan dengan kekerasan atau ultimatum kekerasan memaksa wanita yg bukan istrinya bersetubuh dengan ia, ” kata Ketua Majelis Hakim Sri Wahyuni Ariningsih di PN Denpasar, Jl PB Sudirman, Denpasar, Bali, Rabu (27/3/2019) .

” Menjatuhkan pidana penjara sepanjang 9 tahun penjara, ” sambungnya.

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Majelis hakim menjelaskan Brandy bisa dibuktikan bersalah mengerjakan tindak pidana pemerkosaan ke korban DMS (30) . Brandy pun dikatakan mengerjakan pemerkosaan dengan ultimatum.

” Soal yg memberatkan atas tindakan terdakwa, korban DMS alami perasaan malu, terpukul, serta trauma dengan cara psikologis. Tindakan terdakwa tak terpuji serta sudah dijatuhi hukuman, ” ujar Sri Wahyuni.

Sesaat soal yg membantu ialah terdakwa laku sopan sepanjang persidangan serta janji tak kan mengulang-ulang tingkah lakunya. Atas putusan hakim ini terdakwa Brandy menyatakan terima.

Perkara ini tersingkap pada Rabu (31/10/2018) , lebih kurang waktu 02. 00 Wita di Pondok Satriya, Jl Tegeh Sari III, Kuta, Badung. Korban serta pemeran adalah kawan satu kos-kosan.

Masa itu Brandy mengetok pintu kamar indekos DMS sehabis pintu dibuka terdakwa langsung masuk serta menyodorkan gunting di pinggang korban. Brandy terus memohon korban buat melayani nafsu bejatnya.

Dibawah dorongan DMS terpaksa sekali melayani nafsu bejat terdakwa. Tingkah bejat itu pernah berhenti disaat pintu korban digedor pacar terdakwa bernama Viola yang tinggal di kos yg sama. Tetapi, lantaran gak memperoleh jawaban, Viola terus pergi tinggalkan kamar korban.

Lantas terdakwa mengulang-ulang tindakan bejat itu serta mengintimidasi korban dengan gunting yg disasarkan ke leher korban. Sehabis terpuaskan terdakwa terus pergi tinggalkan indekos korban.

Nahas, tetap dalam hari yg sama terdakwa kembali mengulang-ulang tingkah lakunya dengan dalih menjumpai korban di kamar kosnya buat memohon maaf. Pemerkosaan itu kembali berlangsung. Brandy pun nekat ambil fotonya dengan DMS dengan maksud memeras korban buat menuruti nafsu bejatnya itu.

Atas tingkah lakunya itu, Brandy dikatakan bersalah melanggar clausal 285 KUHP.