Menghadapi Prabowo Dalam Debat Keempat, Jokowi Mengaku Tak Punya Strategi Khusus

Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

Menghadapi Prabowo Dalam Debat Keempat, Jokowi Mengaku Tak Punya Strategi Khusus – Calon presiden nomer urut 01 Joko Widodo atau Jokowi mengakui tidak mempunyai persiapan spesial mendekati debat Pemilihan presiden, yang diselenggarakan Sabtu 30 Maret 2019 besok. Bahkan juga, Jokowi pula tidak lakukan simulasi untuk melawan debat antar-capres ini.

“Tidak lah (simulasi), dahulu (debat) awal itu saja dengan Kiai Haji Ma’ruf Amin kami lakukan simulasi, biasa saja,” kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Jumat (29/3/2019).

Topik debat ke empat ini mengusung mengenai Ideologi, Pertahanan serta Keamanan, Pemerintahan, dan Jalinan Internasional. Bekas Gubernur DKI Jakarta itu juga sudah mempersiapkan data sekitar topik debat.

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

“Ya bergantung pertanyaannya, jika tidak di tanya data waktu dikeluarin data,” kata Jokowi.

Awal mulanya, Wakil Ketua Team Kampanye Nasional (TKN) Arsul Sani menjelaskan pihaknya sudah memberi input untuk capres Joko Widodo atau Jokowi mendekati debat antarcalon presiden 30 Maret 2019 yang akan datang.

“Kami pasti memberi input pada Pak Jokowi diantaranya yang butuh diulas pula, tetapi satu kali lagi ini akan bergantung pertanyaan kelak yang keluar apa, itu beberapa hal yang berkaitan deradikalisasi serta kontra radikalisasi,” kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 27 Maret 2019.

Menurut dia ada banyak penekanan dalam bernegara. Hingga satu memahami yang tersebar di penduduk tidak langsung dimaksud radikal. Karenanya, lanjut Arsul, TKN minta Jokowi untuk lebih mengutamakan persoalan pada deradikalisasi.

“Itu yang kurang lebih kita ingin kami menyarankan ke Pak Jokowi untuk di highlight. Tapi pasti mesti menyambung dengan pertanyaannya. Jika tidak menyambung tidak juga bisa,” pungkas ia.