Komite K2: Yang Terjadi Di Jalan Gubeng Bukanlan Ambles, Melainkan Longsor

Komite K2: Yang Terjadi Di Jalan Gubeng Bukanlan Ambles, Melainkan Longsor

Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

Komite K2: Yang Terjadi Di Jalan Gubeng Bukanlan Ambles, Melainkan Longsor – Kementerian Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat menerjunkan Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2) buat mencari fakta-fakta berkenaan lenyapnya Jalan Gubeng jadi gara-gara project pembuatan basemen RS Siloam Surabaya.

Dari penilaian sesaat yg dilaksanakan team K2 di area lenyapnya Jalan Gubeng, mereka coba meluruskan saran terkait situasi yg berlangsung. Menurut team K2, yg berlangsung di Jalan Gubeng bukanlan lenyap, namun longsor.

” Kita cuma mau meluruskan saja. Dari pandangan dengan cara fisik ini bukan amblesan tanah. Tetapi ini merupakan longsor, ” papar satu diantaranya anggota team K2 Prof Widjojo Adi Prakoso, yang Guru Besar Tehnik Sipil Kampus Indonesia terhadap wartawan di area, Jumat (21/12/2018) .
Widjojo pun belum juga bisa menjawab pertanyaan terkait yang menimbulkan tanah longsor di project pembuatan lantai paling dasar RS Siloam itu.

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

” Kami belum juga dapat menjawab lantaran belum juga dapatkan data-data dari sini. Kami cuma mau meluruskan saja apabila ini bukan tanah yg lenyap demikian saja, ” jelasnya.

Widjojo memberi tambahan, tanah longsor seperti di Jalan Gubeng sesungguhnya jarang berlangsung di Indonesia.

” Peristiwa begini jarang berlangsung. Bukan tak ada, ” tegasnya.

Terputus dari itu, Widjojo serta team K2 belum juga bisa menemukannya ringkasan bermakna buat disarankan terhadap Kementerian PUPR.

” Kami belum juga dapat menyimpulkan apa-apa di tempat ini lantaran kami baru ada. Mungkin dua hari kembali data-data bakal kita kirim ke Kementerian, ” katanya.