Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

BPK Umumkan Pemeriksaan Laporan Keuangan Garuda Usai Lebaran – Tubuh Pemeriksa Keuangan (BPK) akan menginformasikan hasil kontrol pada neraca keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sesudah waktu perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah alias Lebaran.

Neraca keuangan dicheck BPK karena tunjukkan keganjilan dari bagian pendataan piutang jadi penghasilan.

Anggota III BPK Achsanul Qosasi menjelaskan lembaganya telah mulai lakukan kontrol pada neraca keuangan Garuda Indonesia semenjak dua minggu paling akhir. Kontrol dikerjakan lewat beberapa tingkatan, dari mulai menilai kapasitas Kantor Akuntan Publik (KAP) yang mengaudit laporan itu.

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Lalu, BPK juga wawancarai barisan direksi Garuda Indonesia serta PT Mahata Aero Tehnologi sebagai faksi yang ikut serta dalam munculnya piutang yang didapatkan maskapai nasional itu. Diluar itu, auditor keuangan negara itu ikut berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan, Bursa Dampak Indonesia (BEI), serta Otoritas Layanan Keuangan (OJK).

“Kami telah memperoleh info yang komplet, kemudian baru kami umumkan. Mungkin lima hari sesudah Lebaran,” sebut Achsanul di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (29/5).

Walau demikian, Achsanul malas memberikan kisi-kisi berkaitan hasil penemuan sesaat yang sukses didapatkan BPK, apa pengaturan neraca keuangan telah selaras ataukah malah melanggar ketetapan akuntansi keuangan negara.

Di lain sisi, dia mengutamakan sekalinya ada keganjilan yang diketemukan, karena itu nanti BPK akan memberi referensi berkaitan perbaikan-perbaikan yang perlu dikerjakan maskapai nasional itu.

“Janganlah tanda-tanda dahulu, saya ingin mendalam. Utamanya kelak kami akan berikan neraca keuangan Garuda itu harus diperbaiki atau telah dipandang cukup demikian,” paparnya.

Sesaat, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto menjelaskan telah berkomunikasi dengan beberapa pihak berkaitan, termasuk juga OJK. “Tetapi kami masih memahami level dari katakanlah sinyal petik ‘yang mungkin berlangsung, lebih ini perusahaan terbuka. Kelak selekasnya dipublikasikan,” ujarnya.

Awalnya, neraca keuangan Tubuh Usaha Punya Negara (BUMN) itu sudah sempat jadi pembicaraan sebab dipandang ganjil. Ini membuat dua komisarisnya malas membubuhkan tanda-tangan pada laporan itu.

Laporan itu dipandang aneh sebab perusahaan pelat merah itu sukses menyulap kerugian jadi laba bersih sebesar US$809,84 ribu atau sama dengan Rp11,33 miliar.