Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

Ada 4 Rumah Kost yang Beralih Fungsi Jadi Hotel di Banyuwangi Terpaksa Disegel – Satpol PP Banyuwangi mengadakan razia rumah kost yg berganti peranan jadi hotel. Keseluruhan telah ada 4 hotel yg sangat terpaksa disegel.

Dua hotel yg ditutup Senin (8/4) yaitu Asiera di Jalan Agus Salim Nomer 104 A serta Eston House di Jalan Kepiting, Kelurahan Sobo. Sesaat rumah kos Serasi di Jalan Borobudur serta Guest House Tabuhan di Jalan Sumbersawo Kelurahan Kertosari disegel per ini hari.

Pelaksana Pekerjaan (Plt) Kepala Satpol PP Banyuwangi Anacleto Dasilva menuturkan, satuannya lakukan penertiban rumah kos yg tidak cocok izin peruntukan. “Sehabis kami check perizinan peruntukan bangunannya kos-kosan. Namun praktiknya digunakan buat guest house,” katanya, Rabu (10/4/2019).

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Sampai kini pihaknya akan selalu berkeliling-keliling buat mengendus kehadiran rumah kos yg udah berganti peranan peruntukannya di seluruhnya Banyuwangi. Berkenaan berapakah rumah kos yg telah mulai berganti peranan itu pun belumlah juga didapati.

Dalam Ketetapan Daerah (Perda) Nomer 3 Tahun 2013, rumah kos adalah rumah atau bangunan yg disiapkan buat rumah jangka periode sekurang-kurangnya sebulan. Akan tetapi pada praktiknya, banyak tempat kos yg disewakan dengan cara harian seperti hotel.

Penutupan rumah kost yg berubah jadi hotel ini jadi perhatian serius dari beberapa Komunitas Pimpinan Daerah (Forpimda). Mereka mengadakan Rakor Forpimda di Pendopo Banyuwangi.

Rakor itu dikunjungi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kepala Polisi Resort (Kapolres) Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, Komandan Kodim 0825 Letkol Inf Ruli Nuryanto, Kepala Pengadilan Negeri Purnomo Amin Tjahjo serta Perwakilan Komandan TNI Angkatan Laut Banyuwangi serta Perwakilan Kejaksaan Negeri.

“Bila kos-kosan biayanya bulanan. Sebab pariwisata Banyuwangi berkembang, lantas mereka memfungsikannya seperti hotel, terima tamu dengan tarif harian. Serta saat ini, mulai ditertibkan. Kami siap lakukan pengawasan sama-sama Pol PP daerah serta bagian berkaitan yang lain,” kata Taufik Herdiansyah.

“Tidak hanya itu, pemkab udah lakukan moratorium pembangunan hotel melati, yg diizinkan cuma pembangunan hotel bintang tiga ke atas. Praktiknya, ada entrepreneur mengusahakan rumah kosnya disewakan jadi hotel. Kami siap turut menertibkan ini,” tuturnya.

Seirama dengan Kapolres, Kepala PN Purnomo pun menyuport usaha itu. Bahkan juga dia menyuport terdapatnya sangsi pidana pada pelanggar perizinan.

Bupati Abdullah Azwar Anas memberikan terima kasih atas suport Forpimda. Anas mengaku bila tangan pemerintah daerah benar-benar hanya terbatas buat mengatasi permasalahan ketertiban serta kemanan.