Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

91 Petugas KPPS Meninggal, JK: Pemilu Serentak 2019 Perlu Dievaluasi – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjelaskan wafatnya beberapa petugas KPPS sebab kecapekan waktu Pemilu 2019 telah jadi kecemasan semenjak awal. JK menyebutkan Pemilu 2019 menjadi pemilu sangat susah.

“Itu yang kita cemaskan.kuatirkan semenjak awal. Jika ini pemilu yang terumit. Nyatanya ada korbannya, di kelompok KPPS, pun di kepolisian ada korban,” tutur JK di kediamannya, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).

Menurut JK, pemilu serentak yang berjalan waktu lalu butuh dievaluasi. Diantaranya supaya pileg serta pemilihan presiden kembali dipisah.

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

“Pasti mesti pelajari yang keras. Satu diantara hasil pelajari, dipisahkan pada pemilihan presiden serta pileg, itu agar bebannya (petugas) janganlah begitu berat,” tuturnya.

Ditambahkannya, satu diantara yang jadi catatan ialah penentuan calon legislatif dikerjakan dengan tertutup. Calon legislatif bisa diambil oleh partai.

“Termasuk caleg-caleg itu tertutup. Pilih partai saja, hingga tidak berlangsung kesemrawutan mengkalkulasi,” katanya.

Awal mulanya, KPU menjelaskan sampai Senin (22/4) petang, ada 91 anggota Grup Penyelenggara Pengambilan Nada (KPPS) yang wafat saat proses rekapitulasi hasil Pemilu 2019. KPU akan menilai penerapan pemilu untuk 2024.

“Ya, kita menanti hasil pelajari, hasil pelajari akan kita kaji bersamanya. Tentunya bersama dengan DPR, bersama dengan pemerintah, serta dengan rekan-rekan penduduk sipil. Sebenarnya bagaimana sich format pemilu yang sangat baik buat kita. Kita lihat kecapekan yang mengagumkan dari penyelenggara pemilu dibawah,” kata komisioner KPU Ilham Saputra, di KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).

Ilham menjelaskan ada pihak yang mewacanakan pembelahan pemilu lokal dari pemilu nasional. Sekarang ini, lanjut ia, KPU tengah membahas wawasan itu.