200 Personel Polres Cimahi Turun Ke Lapangan Amankan Idul Adha

200 Personel Polres Cimahi Turun Ke Lapangan Amankan Idul Adha – Polres Cimahi akan turunkan 200 team campuran untuk amankan penerapan Idul Adha yang jatuh pada Minggu (11/8/2019) .

200 team itu terdiri dalam Unit Sabhara Polres Cimahi serta Polda Jawa barat, dibantu team TNI. Mereka akan mengarah premanisme, peredaran miras ilegal serta narkoba.

” Pokoknya kami kerjakan mengantisipasi tersedianya problem kamtibmas, biar penerapan Hari Raya Idul Fitri berjalan aman serta sehat di Cimahi serta Bandung Barat, ” kata Kasat Sabhara Polres Cimahi AKP Oeng Choeruman waktu dihubungi, Jumat (9/8/2019) .

Menurut Oeng, kebolehan team itu cukup untuk menghadapi tersedianya kejahatan. Baik waktu malam takbiran ataupun pada penerapan beribadah kurban.

” Untuk operasinya kita pusatkan ke beberapa titik riskan berdasar pada pemetaan anggota kami serta berdasar pada laporan dari orang yang udah masuk ke kami saat-saat ini, ” ujarnya.

Faksinya lantas tidak akan malas kerjakan penyidikan untuk pengedar miras ilegal ataupun narkoba yang terjaring dalam operasi kelak.

” Ya kita tentunya kerjakan penyidikan, seandainya penjual miras itu tidak berizin, ditambah lagi orang yang memanipulasi narkoba, akan langsung kami limpahkan ke Grup Reserse Narkoba Polres Cimahi, ” ujarnya.

Usai Di Data Ada 198 Hewan Kurban Jatuh Sakit Di Jakarta

Usai Di Data Ada 198 Hewan Kurban Jatuh Sakit Di Jakarta – Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, serta Pertanian (KPKP) DKI Jakarta kerjakan pendaftaran pada hewan kurban di beberapa tempat penjualan hewan. Data membuktikan ada 198 hewan kurban alami sakit, 10 cacat, serta 349 hewan belum penuhi prasyarat disembelih lantaran unsur umur.

Beberapa ratus hewan kurban yang terdaftar tidak sehat itu terbagi dalam sapi, kerbau, kambing, serta domba. Data diambil dari seluruhnya tempat penjualan hewan kurban di daerah DKI Jakarta, termasuk juga Kepulauan Seribu.

” Pendaftaran mulai tanggal 29 Juli udah turun ke lapangan, ” kata Kepala Seksi Kesehatan Orang Veteriner Dinas KPKP Rismi, pada wartawan, Jumat (9/8/2019) .

Data sehubungan kesehatan hewan kurban ini dicatat per tanggal 8 Agustus 2019 jam 17. 05 WIB. Beberapa ratus hewan kurban yang gak sehat itu diambil dari 21. 206 ekor sapi, 556 ekor kerbau, 60. 579 ekor kambing, serta 6. 190 ekor domba.

Rismi menuturkan biarpun begitu kebanyakan tempat penjualan sapi di Jakarta menjual hewan kurban sehat.

” Sebetulnya hewan yang di jual itu bagus, mereka itu kan datangnya dari wilayah ternaknya, lantaran dalam perjalanan jauh jadi pokoknya sich secara umum ternak yang di jual di ternak itu sehat, kalaupun sakit itu ada batuk, mengenai debu mata merah, ” katanya.

Dinas DKPKP dalam ini memberi suplemen hewan ke penampungan atau tempat penjualan sapi. Pemprov gak pingin kecurian hewan kurban yang disembelih dalam situasi sakit kritis.

” Sehubungan peranan dinas pun kasih pemberian suplemen ke penampungan. Sampai kini udah kita memperhitungkan secara baik. Jangan pernah kita kecurian. Mereka penjual telah memahami ini ternak untuk kurban ada prasyarat yang dipenuhi untuk dapat jadikan ternak kurban antara lainnya kesehatan barusan mereka jadi udah memahami. Jadi ternak yang dikirim udah sehat kualitas untuk kurban. Lantaran ada pengantar dari wilayah surat info kesehatan, ” katanya.

Rismi menuturkan satu diantara kesehatan yang wajib diperkirakan pada hewan kurban yaitu di bagian mulut. Jikalau ada cedera, karena itu sisi kepala tidak pantas dikonsumsi.

” Semisalnya penyakit hewan seperti cedera di mulut itu kebanyakan sisi kepalanya gak bisa dikonsumsi. Kita eliminasi yang sisi kepalanya namun sisi yang lain bisa. Kita mengawasi lah di lapangan, ” katanya.

Di hari H penyembelihan kurban, Dinas KPKP juga turun ke beberapa tempat pemotongan. Rismi menuturkan faksinya kerjakan pengecekan hewan sebelum disembelih.

” Kita pun ketika hari H penyembelihan itu kita pun melakuka. pengecekan antemortem untuk hewan yang akan disembelih kita cek kembali di masjid masjid, ” ujarnya.

Komnas HAM Di Ajak Balik Oleh TNI Menanggulangi Terorisme

Komnas HAM Di Ajak Balik Oleh TNI Menanggulangi Terorisme – Komnas HAM memohon Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak untuk tanda tangani draf perpres supaya TNI tidak diikutsertakan dalam perlakuan terorisme sebab risau berlangsung pelanggaran HAM. TNI menjelaskan ada perpres malahan bikin usaha penanggulangan korupsi dilaksanakan kian berhati-hati.

” Malahan kita tambah berhati-hati kerja dengan ada perpres. Jadi dalam latihan tetap diusahakan, waktu kita latihan gunakan simulator untuk musuh terorisme, apabila mengenai sipil dalam latihan, itu diganjar hukuman, ” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi waktu dihubungi, Kamis (8/8/2019) malam.

Ia menyampaikan TNI mengerjakan pekerjaan berdasar aturan perundangan yg berlaku. Dalam tiap operasi yg miliki sifat tempur atau non-tempur, TNI terikat pada Rules Of Engagement (ROE) yg berisi peraturan (larangan serta keharusan) hukum humaniter.

” Bahkan juga dalam operasi membuat perlindungan orang sipil serta beberapa benda budaya dalam pemanfaatan kapabilitas militer. Hukum humaniter berikan agunan atas penghormatan TNI atas Hak Asasi Manusia serta histori umat manusia, ” katanya.

Ia menyampaikan diikutsertakan Koopssus TNI bikin pemerintah lebih miliki banyak pilihan untuk tanggulangi intimidasi terorisme. Ia menyampaikan terorisme malahan yg mengambil HAM.

” Terorisme waktu ini udah berubah menjadi lawan bersama dengan, tidak sekedar untuk penduduk serta bangsa Indonesia saja akan tetapi berubah menjadi lawan bersama dengan penduduk global, sebab beberapa aksi terorisme tetap menyebar ketakutan dalam penduduk. Merekalah yg sebenarnya mengambil hak asasi manusia, ” jelasnya.

Sisriadi menyampaikan dengan Perpres, TNI yg dengan cara struktural mempunyai kekuatan penanggulangan terorisme, bisa dikerahkan dengan cara legal oleh pemerintah dengan batas-batas hukum positif yg berlaku dalam mode penanggulangan terorisme. Ia selanjutnya membawa Komnas HAM untuk turut dalam penanggulangan terorisme.

” Pasti tambah lebih baik pada saat Komnas HAM jadi sisi dari bangsa Indonesia bisa beraksi tambah banyak dalam penanggulangan terorisme, sejalan dengan andilnya dalam menanggung dihormatinya hak asasi manusia, ” tutur ia.

” Tampilkan mana yang menjadi kapasitas pelanggaran HAM. Bagaimana langkah perlakuan terorisme yg berdasar HAM. Kita tidak anti-pati pada HAM, kita justru hormati HAM. Masa Pak Munir, kita kerap dikasih pelajaran masalah HAM dari Pak Munir. Komnas HAM setidaknya perlihatkan pada kita bagaimana masukkan HAM dalam klausul operasi. Bukan justru pikirkan hak asasi teroris, ” makin Sisriadi.

Awalnya, Komnas HAM memohon Presiden Jokowi tidak tanda tangani draf perpres mengenai pekerjaan TNI dalam menangani tindakan terorisme. Komnas HAM memandang perpres itu miliki potensi ada pelanggaran HAM.

” Kami mengharap presiden tidak tanda tangani (draf) perpres itu serta mempelajari kembali tugas serta fungsi inti Koopssus. Ini kan udah lama kami meminta tidak melewati batas, nyata-nyatanya sekedar ubah nama dari Koopssusgab berubah menjadi Koopssus saja, ” kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam di kantor Komnas HAM, Jl Latuharhary, Jakarta Selatan, Kamis (8/8) .

Dia menyampaikan perpres itu mengontrol ruangan area sangat luas mencakup pekerjaan penangkapan, pengusutan, serta pemulihan yg dalam sudut pandang hukum bisa dimaknai jadi sebagai aksi intelijen, pengumpulan bukti-bukti, penyelidikan, bahkan juga s/d aksi pemulihan.

Aksi penangkalan atau mencegahan radikalisme di kuatirkan bisa melewati kekuasaan serta pekerjaan inti TNI sendiri dan miliki potensi berbenturan dengan institusi lain seperti BNPT.

Robohnya Portal Penghadang Truk Yang Baru Dipasang

Robohnya Portal Penghadang Truk Yang Baru Dipasang – Dinas Perhubungan Kota Bekasi menempatkan portal di pintu keluar Tol Kalimalang 2 untuk merintangi truk yang ingin ke arah ke Jalan KH Noer Ali, Bekasi. Tetapi, baru-baru ini satu hari dipasang, portal itu ambruk.

” Dipasang baru sehari, jam 12 siang (tempo hari) dinaikin, belumlah ada sehari, ditabrak, ” tutur Kasi Pengontrolan Operasi Dinas Perhubungan Kota Bekasi Bambang Putra kala diminta konfirmasi, Jumat (9/8/2019) .

Portal itu ada di Jalan Akses Tol Kalimalang, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Area portal persis di samping pintu keluar Tol Kalimalang 2.

Tinggi portal kira-kira 4 mtr. dengan lebar 9 mtr.. Bambang mengira portal ditabrak truk pada Jumat (9/8) pagi hari.

” Tentu (perkiraan ditabrak truk) , yang tinggi begitu kan ditabrak truk di atas 8 ton, container, jika gak truk tanah, ” tutur Bambang.

Bambang menerangkan faksi Dishub Kota Bekasi menempatkan portal di Jalan Akses Tol Kalimalang untuk menangkis truk dengan berat di atas 8 ton yang ingin ke Jalan KH Noer Ali. Hal itu manfaat perawatan Jalan KH Noer Ali sebagai akses penduduk Bekasi ke Jakarta atau sebaliknya.

” Entar dipasang , tetapi jika ditabrak , kan yang bandel memang truknya. Yang penting pemerintah udah mengupayakan terus, ” tutur Bambang.

Supir Angkot Bejad Perkosa Dan Bunuh Korban

Supir Angkot Bejad Perkosa Dan Bunuh Korban – RH (25) pemeran pembunuhan serta pemerkosaan AU (22) alumni D3 IPB terisak kala memainkan adegan rekonstruksi di Jalan Baru Sukaraja, Pasir Hambat, Sukabumi. Sopir angkutan umum jurusan Bogor-Cianjur itu tampil terisak kala proses rekonstruksi digelar.

Ada belasan adegan direka kembali. Dimulai dengan AU naik angkutan dari Ciawi, dibekap serta selesai dengan pemerkosaan yg berakhir korban di cekik sampai wafat.

” Istighfar kamu, istighfar, ” papar seseorang petugas yg mengarahkan proses rekonstruksi sesuai sama BAP.

Kapolresta Sukabumi AKBP Susatyo Purnomo mengatakan rekonstruksi bakal digelar di dua tempat ialah Jalan Baru serta pinggir sawah Jalan Sarasa tempat pemeran buang jasad korban.

” Kita kerjakan perlindungan ketat sebab penduduk banyak yg lihat prosedurnya, ide ada kira-kira 22 adegan yg bakal dihelat. Kita mau menyamakan info pemeran dengan proses rekaulang, ” kata Susatyo.

Pengamatan detikcom, penduduk tampil gairah lihat rekonstruksi itu. Tidak hanya penduduk, ibunda korban Masriah (40) tampil datang lihat langsung proses itu. Walau tampil tegar, Masriah berulangkali terisak lihat langsung terduga pemeran pembunuh anaknya.

” Kami tegar, kami tabah serta menyerahkan semuanya prosedurnya pada pihak kepolisian. Kami cuma mau pemeran diganjar hukuman berat atas kelakuannya, ” ujarnya.

Jaringan Penyedia Sabu Ke Nunung, Berkasnya Sudah Diserahkan Ke Kejati

Jaringan Penyedia Sabu Ke Nunung, Berkasnya Sudah Diserahkan Ke Kejati – Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya telah menyerahkan berkas perkara babak pertama dari terduga TB, IP serta E ke Kejati DKI Jakarta. Ke-tiga terduga ini sebagai jaringan penyedia sabu ke komedian Nunung.

” Berkas masalah yang telah dilimpahkan ke Kejati DKI itu terduga NN, JJ, TB, IP serta E lewat cara bertepatan, ” kata Kasubdit I Ditnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak terhadap wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (7/8/2019) .

Calvijn mengatakan ke-5 terduga itu lewat cara bertepatan berkasnya telah diberikan pada tanggal 1 Agustus 2019 waktu lalu. Ada lima berkas masalah, semasing satu berkas untuk masing-masing terduga.

Dalam peluang yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan faksinya sampai ini hari belum terima jawaban dari Kejati DKI berkenaan berkas yang kirim itu. Polisi masih tunggu jawaban dari kejaksaan apa berkas itu dikatakan komplet (P19) atau belum.

” Kita masih tunggu pelajari berkas masalah oleh jaksa. Sampai saat ini kita belum temukan, apa telah komplet atau belum, ” jelas Argo.

Diketahui, Nunung berbarengan suaminya, Juli Jan Sambiran, diamankan jejeran Polda Metro Jaya di huniannya di lokasi Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (19/7) , berkaitan penyimpangan narkotika style sabu. Polisi pun tangkap penyuplai sabu ke Nunung ialah terduga TB, E, IP, serta K.

Terduga E serta IP sebagai terpidana dalam perkara narkotika di lapas di Bogor. Andilnya, terduga E mengabari IP serta IP mengabari K untuk mengantar barang ke TB sebelum pada akhirnya TB memberi sabu itu Nunung.

Polisi Lakukan Olah TKP Ditempat Penemuan Jasat Wanita Di Bandung

Polisi Lakukan Olah TKP Ditempat Penemuan Jasat Wanita Di Bandung – Sesosok mayat semacam kelamin wanita diketemukan di semak belukar di Jalan Raya Cicalengka-Majalaya, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Korban diketemukan dengan situasi mengenaskan dengan cedera tusuk di leher serta celana dalam situasi bergeser di atas lutut. Area penemuan jasad korban tidak jauh dari pabrik sosis yang berada pada jalan itu.

” Kami bisa laporan waktu 15. 00 WIB langsung cek TKP, nyata-nyatanya benar (ada mayat) , ” kata Kapolsek Cikancung AKP Tugiman di Mapolsek Cikancung, Rabu (7/8/2019) .

Terasa insiden itu, faksinya lalu bekerjasama dengan Inafis Polres Bandung buat lakukan olah TKP.

Dia berujar, mayat wanita itu dikira sebagai korban pembunuhan. ” Sesaat, lihat situasi korban, dikira pembunuhan, ” pungkasnya.

Tugiman memberi tambahan korban alami cedera di beberapa badan. ” Cedera di leher, di beberapa perut. Mayat korban diketemukan di semak belukar, ” tuturnya.

Tidak ada ciri-ciri yang diketemukan di TKP. ” Beberapa ciri korban kenakan kaus merah, celana jins abu-abu, serta gunakan sandal apit hijau. Tinggi tubuh seputar 160 cm, estimasi umurnya dibawah 20 tahun. Tidak ada ciri-ciri sekali-kali, ” katanya.

Sekarang faksi kepolisian dari Polsek Cikancung serta Satreskrim Polres Bandung melakukan pengumpulan bukti-bukti masalah itu. ” Korban telah dibawa ke RS Sartika Asih, ” tutur Tugiman.

Pernikahan Usia Tua Terjadi Di Gunung Kidul Yogyakarta

Pernikahan Usia Tua Terjadi Di Gunung Kidul Yogyakarta – Status belum menikah yang disandang oleh Haryadi (63) , penduduk Yogyakarta saat beberapa puluh tahun pada akhirnya berubah selesai menikah dengan Titin Widyatmi (62) , penduduk Bekasi, Jawa Barat. Kejadian cinta kedua-duanya termasuk unik, mengingat Haryadi udah memendam rasa mulai sejak SD, bahkan juga menentukan belum menikah sampai pada akhirnya disandingkan dengan Titin.

Kepala Kantor Masalah Agama (KUA) Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Harsono mengatakan, kalau dua sejoli ini baru menikah tempo hari Senin (5/8/2019) di Kantor KUA Kecamatan Semin. Terkecuali itu, sebelum menikah nyatanya Harsono masih berstatus perjaka, dan Titin udah mempunyai status janda.

” Seusai resmi, keluarga dari ke-2 mempelai cerita terkait kejadian cinta di antara pak Haryadi serta bu Titin. Nyatanya kedua-duanya sempat bersekolah di Semin waktu SD, persisnya tahun 1968, ” tuturnya waktu dihubungi wartawan, Rabu (7/8/2019) .

Gak cuma itu, nyatanya waktu duduk di kursi SD, kedua-duanya beradu dalam soal prestasi. Dari pertarungan itu, pada akhirnya bikin teman-temannya menjodohkan Haryadi serta Titin.

” Jadi seperti cinta monyet tersebut, serta nyatanya pak Haryadi serius memendam rasa pada bu Titin. Tetapi waktu itu pak Haryadi malu untuk mengungkapkannya, ” ujar Harsono.

Lanjut Harsono, seusai lulus SD kedua-duanya juga berpisah. Seusai berpisah beberapa puluh tahun, pada akhirnya Titin menikah serta bertempat di Jakarta. Tapi, rumah tangga Titin mesti selesai waktu suaminya wafat 4 tahun yang silam.

” Nhah, seusai berpisah seputar 51 tahun itu kedua-duanya bersua waktu awal tahun yang lalu, persisnya waktu kedua-duanya mengikuti takziah. Dari pertemuan itu kedua-duanya bertukar nomer telephone serta mulai berkomunikasi lewat cara intens, ” tuturnya.

” Hingga selanjutnya pada bulan Mei itu pak Haryadi mengutarakan perasaan yang dia simpan saat beberapa puluh tahun, serta mau menikah dengan bu Titin. Seusai setuju, pada akhirnya kedua-duanya menikah tempo hari Senin, ” tambah Harsono.

Harsono memberi tambahan, kalau dia udah menikahkan banyak pasangan, tapi untuk yang berumur lanjut cuma beberapa. Ditambah lagi yang punyai kejadian percintaan unik seperti Haryadi serta Titin.

” Dapat dikatakan kejadian cinta kedua-duanya itu unik serta baru pertama saya mendapatkan yang sesuai ini, ” katanya.

Karena Sering Mabuk Ayah Perkosa Anak Kandung Selama 3 Tahun

Karena Sering Mabuk Ayah Perkosa Anak Kandung Selama 3 Tahun – Sepanjang 3 tahun, SP memperkosa putri kandungnya sendiri sampai hamil serta melahirkan. Nyata-nyatanya aksi itu didapati oleh istri pria 45 tahun itu.

Akan tetapi istrinya itu tidak dapat lakukan perbuatan apa-apa serta alami beban psikologis sampai sakit serta wafat.

” Yg miris, ibu korban, yg tidak lain istri terduga SP, tahu, sampai istri alami beban yg begitu berat dengan cara psikis sampai sakit serta selanjutnya wafat, ” kata Kanit Perlindungan Wanita serta Anak (PPA) Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni terhadap wartawan, Rabu (7/8/2019) .

Istri terduga bukan tak berkeberatan atau mencegahnya. Akan tetapi, tiap saat si istri berkeberatan, SP tetap mengamuk sampai istrinya tidak dapat lakukan perbuatan apa-apa. Lantaran dorongan itu, istrinya lalu sakit serta wafat pada bulan November tahun yang lalu.

” Tiap saat si istri protes, terduga lalu ngamuk. Selanjutnya pada bulan 11 tahun yang lalu wafat lantaran beban psikis yg ditanggungnya, ” terangnya.

Sepanjang 3 tahun SP kerjakan tindakan bejatnya, didapati pun putrinya sempat hamil serta menggugurkannya. Akan tetapi waktu hamil yg ke dua ini, kehamilannya dilanjutkan sampai melahirkan.

” Awalnya sempat hamil, namun yg pertama digugurkan. Yg ke dua ini gak digugurkan, sampai melahirkan, ” papar Ruth.

Waktu didatangkan di Gedung Anindita Polrestabes Surabaya, SP mengatakan, dalam tiap laganya, putrinya diancam akan tidak disekolahkan kalau tidak pingin melayaninya. Dia mengatakan kerjakan itu lantaran tergoda minuman keras sepanjang 3x, sedang waktu sadar cuma sekali.

” Saya nyesal saat ini lantaran tergoda minuman. Saya kerjakan 3x sesuai mabuk serta sekali sadar. Saya gak sempat mukul, hanya mengintimidasi, kalau tidak pingin ajak bersetubuh, akan tidak saya biayai sekolah, ” tutur SP.

Akan tetapi polisi tak serentak meyakini pernyataan itu. Dikarenakan, waktu kerjakan pendalaman terhadap korban, dalam 1 minggu SP dapat kerjakan tindakan bejatnya sampai 3x. Serta laganya itu dikerjakan sepanjang 3 tahun paling akhir.

Demi Mendapatkan Warisan Ibu Kandung Dituntut Anaknya Sendiri

Demi Mendapatkan Warisan Ibu Kandung Dituntut Anaknya Sendiri – Satu orang anak di Probolinggo menuntut ibu kandung serta saudaranya karena sebab tak mendapatkan warisan. Tuntutan itu masuk sidang pertama di Pengadilan Negeri Kota Probolinggo.

Sang anak yang melayangkan tuntutan bernama Annete Sugiharto (40) . Dia menuntut ibu kandungnya Meliana Anggraeni (68) yang tinggal di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan.

Tuntutan dibikin seusai nama Annete tak masuk dalam hak waris suatu rumah serta tanah seluas 984 mtr. persegi. Asset itu atas nama sang ayah, Eddy Look.

Dalam sidang pertama, Annete hadir bersama-sama penasehat hukumnya. Dia didapati tidak tinggal bersama-sama keluarga besarnya.

Sesaat faksi tergugat cuma diwakilkan kuasa hukumnya. Hasil sidang akan memutuskan supaya ke-2 pihak kerjakan perantaraan lebih dahulu sebelum meneruskan tuntutan.

Penasehat hukum Annete Muhammad menjelaskan, tuntutan client-nya tampak berkat waktu pembagian hak waris namanya tak ada. Tidak hanya itu, rumah serta tanah yang mulainya bernama Eddy Look berubah jadi Meliana Anggraeni serta dua saudara penggugat.

” Jadi timbulnya tuntutan sebab nama saudara Annete ini tak masuk dalam hak waris keluarganya. Serta nama pemilik rumah serta tanah juga, yang mulainya nama ayahnya beralih nama ibunya serta dua saudaranya, ” kata Muhammad, Rabu (7/8/2019) .

Menurut Muhammad, tidak cuman menuntut ibu serta dua saudaranya, client-nya pun menuntut dua faksi yang lain. Yaitu notaris yang mengatasi tanah keluarga itu serta Kantor Pertanahan Kota Probolinggo.

Sesaat Kuasa hukum tergugat Jando mengharapkan ada jalan keluar dengan diputuskannya perantaraan oleh pengadilan. ” Mudah-mudahan ada jalan keluar dengan ketentuan perantaraan ini, sebab ini kan masih pertalian satu keluarga, ” kata Jando.

Jando selanjutnya cerita berkaitan tak masuknya nama Annete dalam daftar pakar waris keluarga itu. Berdasar pernyataan client-nya, penggugat udah 15 tahun tak kumpul bersama-sama ibunya.

Saat itu Annete pun disebut tak ada komunikasi dengan keluarga. Tidak hanya itu, ada surat yang dibikin penggugat kurang lebih 2014 yang menampik hak waris keluarga.